Yesus tidak melarang manusia yang menyembah-Nya

Banyak penanya yang mempertanyakan ketuhanan Yesus. Ada yang bertanya: pernahkah Yesus meminta diri-Nya untuk disembah? Artikel ini akan berusaha menjawab pertanyaan senada.

Saudara,

Tidak setiap pribadi yang meminta disembah adalah Tuhan. Yuk kita perhatikan ayat berikut:

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Matius 4:8,9)

Iblis minta disembah, namun ini tidak akan pernah membuat Iblis menjadi Tuhan.

Musa, atas perintah Tuhan, nabi ini mengajar bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan (Ulangan 6:13). Tuhan tidak secara langsung meminta manusia untuk menyembah-Nya, tetapi manusia lah yang seharusnya menyadari bahwa mereka harus beribadah dan sujud menyembah Allah.

Saya belum menemukan satu ayatpun yang mana Tuhan berkata: “Sembahlah Aku”. Tetapi justru Iblislah yang tidak dapat menahan rasa sombongnya dan rasa hausnya untuk menerima penyembahan, sehingga dia berkata:

8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Matius 4:8,9)

Tanpa merasa malu, Iblis minta disembah,…

Lalu Yesus menjawab Iblis dengan berkata:

10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Mat 4:10).

Yesus tahu Firman, tahu kebenaran. manusia hanya boleh menyembah Tuhan saja. Dan para malaikat juga tahu diri; para malaikat tahu bahwa mereka hanyalah hamba-hamba Allah, dan manusia nggak boleh menyembah malaikat.

8 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.
9 Tetapi ia berkata kepadaku: “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!” (Wahyu 22:8,9)

Tetapi bagaimana dengan Yesus? Pernahkah Yesus minta disembah? Tentu saja Yesus tidak pernah secara terus terang berkata: “Sembahlah Aku”, tetapi Juruselamat ini tahu benar bahwa manusia hanya boleh menyembah Tuhan saja (Matius 4:10).

Saya akan menunjukkan beberapa ayat yang menunjukkan bahwa Yesus TIDAK MELARANG manusia yang menyembah-Nya di ayat-ayat berikut:

9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
10 Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Matius 28:9-10)

17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:17-20)

Tidak satupun pernyataan Yesus yang MELARANG seseorang yang menyembah-Nya; padahal Yesus tahu bahwa hanya kepada Tuhan sajalah manusia boleh menyembah; hal ini semakin memperjelas bahwa Yesus memang Tuhan yang layak disembah.

Yesus tidak perlu memohon-mohon untuk disembah, sebagaimana Iblis tanpa rasa malu telah meminta disembah. Tetapi manusia yang menyadari ketuhanan Yesus lah yang secara otomatis akan membuatnya menyembah Yesus, dan penyembahan kepada Yesus tidaklah salah, karena Dialah Tuhan.

Salam

Posted in Artikel umum | Leave a comment

Tabiat bawaan MASIH dapat berubah

Banyak orang terlahir dengan perangai masing-masing. Ada yang dilahirkan dengan bakat bawaan “BAIK” , dimana ia tampil dengan sifat-sifat mulia yang ditunjukkan dalam interaksinya dengan orang lain sebagai seorang yang baik, jujur, rendah hati, lemah lembut, sabar, penyayang dan seabrek karakter mulia lainnya. Sementara itu ada orang-orang yang terlahir dengan kepribadian yang memprihatinkan, dimana untuk bisa tampil sebagai orang baik-baik, ia musti berjuang ekstra keras untuk “melawan diri sendiri” agar tidak tampil sebagai pemarah, tukang benci, sulit memaafkan, cenderung ingin membalas dengan yang lebih “keras” jika ia menerima perlakuan yang menyakitkan ketika sedang berinteraksi dengan banyak orang.

Seseorang yang mampu berinteraksi dengan sesama, dengan sikap hidup yang BAIK akan mudah sekali untuk diterima sebagai sahabat bagi banyak orang. Bayangkan, kalau ia dicaci, ia hanya tersenyum penuh maklum dan siap memaafkan dengan hati tulus. Tetapi seseorang yang tabiatnya pemarah, mudah tersinggung, emosi tinggi, akan dapat membuat orang lain yang berinteraksi dengannya harus siap dengan “kuda-kuda” agar tidak salah bicara, supaya terhindar dari sakit hati.

Jika kita masih percaya kepada Tuhan, maka seseorang dengan corak hidup yang BAIK memiliki kans lebih besar untuk SORGA , dan sebaliknya, seseorang dengan tabiat buruk lebih mencondongkan seseorang ke arah sebaliknya, NERAKA. Jika sesama manusia saja sudah “tidak nyaman” untuk berinteraksi dengan orang yang “jahat” bagaimana Tuhan pula?

Tetapi Injil Yesus Kristus selalu memberikan sebuah harapan untuk setiap orang yang terlahir dengan tabiat yang “kurang menguntungkan” asalkan orang tersebut mau diarahkan untuk memperoleh solusi bagi “perbaikan diri”,…

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh 15:7).

Sadar bahwa tabiat (bawaan) yang BURUK dapat menjadi penghalang untuk dapat beribadah dengan BENAR kepada Tuhan, yang dilanjutkan dengan keinginan untuk BERUBAH, yang diteruskan dengan MEMINTA DENGAN IMAN agar Tuhan memberikan kepadanya HATI YANG BARU, maka permintaan tersebut merupakan PERMINTAAN YANG BAIK,…

Mungkinkah Tuhan akan “menutup telinga” terhadap permintaan yang baik seperti itu?  Saya yakin: TIDAK,…

Tetapi ada kalanya orang menyerah pada tabiat bawaan. Bahasa dunia mungkin mengatakan bahwa WATAK tidak mungkin berubah. Jika seseorang MENG-AMIN-I prinsip seperti ini, saya melihatnya sebagai “mengutuki diri sendiri” sebagai “YA, AKU MEMANG … TABIATKU BEGINI, AKU NGGAK MUNGKIN DAPAT BERUBAH,…”

Bertahan pada prinsip bahwa tabiat (buruk) tidak mungkin berubah merupakan sisi lain susahnya Tuhan mengubah karakternya. Tetapi jika kita masih yakin bahwa Alkitab – Firman Allah – memang merupakan Firman Tuhan yang “YA” dan “AMIN” dan apa yang “dikatakan” Alkitab memang BENAR, maka itu berarti bahwa MEMANG masih ada kesempatan bagi kita untuk BERUBAH.

Jangan menyerah pada tabiat (buruk) bawaan sejak lahir, sebab Tuhan sanggup untuk mengubahnya.

Bayangkan betapa indahnya jika kita menjadi sahabat bagi semua orang, kalau kita merupakan seseorang yang dirindukan oleh banyak orang yang mengenal kita sebagai ORANG BAIK,…

Salam.

Referensi:

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan hati yang taat (Yehezkiel 36:26)

Posted in Artikel umum | Leave a comment

Relakan benih kesombongan untuk dipangkas

PERLUNYA MERELAKAN BENIH KESOMBONGAN UNTUK DIKIKIS HABIS

Seiring waktu berjalan, anak-anak Tuhan selayaknya juga mengalami pertumbuhan rohani yang sehat, dimana iman, pengharapan dan kasih juga turut serta bertumbuh. Jika ketiga hal tersebut stagnan atau jalan ditempat, atau bila justru ketiganya mengalami kemunduran, maka ini merupakan gejala yang tidak sehat, dan harus secepatnya disadari untuk kemudian diambil langkah-langkah yang benar, sampai kerohanian dapat benar-benar berkembang.

Ada dua kebutuhan pokok tubuh jasmani yang menentukan pertumbuhan fisik seseorang, yaitu: makan dan minum, yang tidak boleh dikurangi porsinya, atau jika tidak terpenuhi, maka tubuh jasmani bisa menjadi kurus, pertumbuhan tersendat, dan bahkan daya tahan menurun. Demikian juga tubuh rohani manusia, khususnya anak-anak Allah, juga memerlukan makanan rohani, dan membutuhkan minuman rohani secara cukup dalam keseharian kita.

Makanan rohani ialah Firman Allah yang kita “konsumsi” setiap hari melalui pembacaan ayat-ayat kitab Suci dengan pimpinan Roh Kudus sampai menjadi rhema yang mendukung pertumbuhan baik iman, pengharapan maupun kasih; sedangkan urapan Allah, yaitu minuman rohani, dapat kita “minum” pada waktu kita sedang berada di hadirat Allah yang terjadi ketika kita sedang menyembah Dia. Itulah sebabnya anak-anak Allah perlu untuk setiap hari membaca Firman Allah dan merenungkannya, serta melakukan pujian penyembahan, agar dengan cara ini diperoleh kondisi tubuh rohani yang sehat dan bugar serta juga mengalami pertumbuhan rohani yang sehat.

Namun ada kalanya terdapat penghalang-penghalang yang sedikit banyak dapat menghambat pertumbuhan rohani seseorang, sehingga Tuhan kurang leluasa untuk dapat memanifestasikan kuasa dan kemuliaan-Nya dalam kehidupan dan pelayanan kita.

Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; (Yesaya 40:4)

“Setiap lembah harus ditutup,…” Lembah diartikan sebagai perasaan rendah diri berlebihan, dan perasaan rendah diri berlebihan dapat disebabkan oleh intimidasi dosa masa lalu, oleh masa lalu yang kelam, yang menyebabkan seseorang merasa tidak layak untuk melayani Tuhan. Gejala seperti ini harus dihapuskan dari ingatan anak-anak Allah, karena segala kelemahan kita di masa lalu sudah “ditutupi” oleh penebusan Yesus Kristus, dimana darah Yesus yang mahal MEMANG sudah menebus kita. Ketika kita sadar bahwa kita telah dilayakkan oleh darah Sang Anak Domba Allah, maka kita memiliki keberanian untuk mendekati tahta Allah, sehingga di bawah kondisi ini, Allah dapat memanifestasikan kuasa dan kemuliaan-Nya.

“…setiap gunung dan bukit diratakan;” Gunung dan bukit dalam hal ini menggambarkan kesombongan atau kecongkakan. Kesombongan menjadi penghalang utama yang menghambat kepercayaan Tuhan, sehingga pelayanan seseorang dapat terhenti atau ditunda (pending). Mari kita simak apa kata Alkitab tentang sikap sombong atau congkak.

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Amsal 16:18).

“…sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (I Ptr 5:5c).

Pelayanan Lucifer menjadi hancur oleh sikap sombongnya, sehingga mantan penghulu malaikat ini diusir dari Sorga dan menjadi Iblis. Tetapi, sikap rendah hati mengundang rasa belas kasihan Tuhan.

Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa (Amsal 21:4).

Ternyata, sikap congkak dan sombong sendiri merupakan dosa,…

Tetapi Allah menetapkan suatu hari untuk menghukum orang-orang congkak dan sombong, menurut ayat berikut:

“Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;” (Yesaya 2:12).

Sekarang kita simak ayat berikut:

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya
…” (Matius 23:2,3).

Setiap pemimpin ibadah, baik pendeta, pastor, penatua atau apapun nama pengkotbahnya, yang mengajarkan Firman Tuhan dengan benar, maka pengajarannya memang harus kita turuti, tanpa peduli apakah pendeta atau pengkotbah sendiri mungkin justru memberikan contoh perilaku yang buruk sekalipun. Merendahkan hamba Tuhan yang diurapi, merupakan salah satu bentuk lain kesombongan yang juga harus dikikis habis dari kehidupan kita.

Hanya satu pemimpin kita, yaitu Mesias (Matius 23:10) dan Dia lah yang kepadanya kita wajib belajar banyak, menurut Firman ini:

“… belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan “ (Matius 11:29).

Yang lebih rohani hendaklah menjadi tauladan dalam hal kelemah lembutan dan kerendahan hati, sebagaimana seorang pelayan MUTLAK memerlukan kerendahan hati, menurut Firman ini:

“ Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu “ (Matius 23:11).

“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Matius 23:12).

Ayat dari Mat 23:12 merupakan hukum abadi Allah, yang merupakan kunci bagi anak-anak Allah untuk meraih kemuliaan yang lebih tinggi. Bahkan dalam berdoa, kita pun perlu meneladani sikap doa seorang pemungut cukai yang mengakui semua kesalahannya, merendahkan diri di hadapan Allah, dimana dengan sikap tersebut ia menerima pembenaran dari Allah (Lukas 18:13-14).

Ketika kita menerima Firman Tuhan tanpa ragu, dengan ketulusan seperti seorang anak kecil, maka Kerajaan Allah pasti menjadi milik kita, dan kita pasti diperbolehkan masuk kedalamnya (Lukas 18:15-17). Jika rasa rendah diri kita sudah ditutupi oleh penebusan Yesus, dan kita meyakini itu, lalu apabila semua benih kesombongan kita, secara sukarela kita inijkan untuk dikikis habis oleh kuasa Firman dan pertolongan Roh Penolong, maka akan dapat digenapilah Firman Tuhan yang telah dinubuatkan di ayat berikut:

“… maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40:5).

Artinya, TUHAN dapat mempercayakan tanggung-jawab yang lebih besar kepada anak-anak Allah yang sadar akan kuasa penebusan Yesus Kristus dan yang sudah BEBAS dari segala jenis kesombongan.

Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Karakter | Leave a comment

Jika David Copperfield bisa terbang, ia seperti Simon Magus

Pernah dengar David Copperfield terbang? Atau mungkin menonton videonya ketika pesulap kondang itu terbang?  Tetapi benarkah David Copperfield benar-benar mampu terbang tanpa sayap kayak Superman? Ataukah itu hanya trik kamera saja? Namun jika itu hanya merupakan tipuan kamera, maka sungguh merupakan lelucon yang tidak bermutu, karena film-film fiksi ilmiah sudah lama menggunakan trik-trik  semacam itu untuk membuat sebuah kesan bahwa seorang tokoh bisa terbang. Namun terlepas dari benar tidaknya issue bahwa David Copperfield bisa melakukan terbang seperti seorang penyihir di kisah 1001 malam, namun sejarah gereja mencatat seorang penyihir yang dikabarkan bisa terbang.

Adalah seorang penyihir bernama Simon Magus, dia menjadi orang kepercayaan Kaisar Nero. Dengan trik sihirnya, dia membuat ilusi-ilusi yang membuat kagum banyak orang.

Dikisahkan, suatu hari dia meminta Kaisar Nero untuk memenggal kepalanya, dan dia berjanji untuk hidup kembali di hari ketiga. Lalu seseorang memenggal kepalanya, namun dengan trik sulapnya, Simon Magus membuat ilusi seolah-olah dia lah yang dipenggal kepalanya, padahal seekor domba lah yang dipenggal kepalanya. Selama tiga hari, penyihir ini menyembunyikan diri, dan di hari ketiga, ia muncul menampakkan diri kepada Nero untuk menunjukkan dirinya yang telah dipenggal kepalanya.

Nero begitu mempercayai Simon Magus, dan mengangkatnya sebagai salah seorang pelindungnya. Suatu hari Nero melihat Simon Magus, sesaat dia nampak seperti seorang yang sudah tua, namun sesaat kemudian kelihatan seperti masih muda, oleh sebab itu Nero mempercayai Simon Magus sebagai anak  Dewa.

Sampai suatu hari, Tuhan Yesus memerintahkan rasul Petrus untuk memberitakan injil dengan ditemani rasul Paulus.

Lalu Petrus dan Paulus memberitakan injil kepada Nero. Rasul Petrus menjelaskan, bahwa sebagaimana di dalam diri Yesus yang ia beritakan terdapat dua ‘unsur’ yaitu unsur manusia dan unsur Allah (Roh Kudus) maka tentang Simon Magus, di dalam diri penyihir itu pun terdapat dua unsur: unsur manusia dan unsur setan. Tentu saja penjelasan Petrus tersebut dirasakan sebagai sebuah penghinaan bagi Simon Magus. Sang penyihir ini berkata, bahwa ia akan membalaskan penghinaan itu dengan mengutus ‘malaikatnya’ untuk membalaskan sakit hatinya kepada Petrus, tetapi Petrus menjawab: bukan saya yang takut kepada ‘malaikatmu’ tetapi ‘malaikatmu’ itulah yang akan takut kepadaku.

Simon Magus Terbang seperti seekor burung.

Di sebuah penghujung tahun, Simon Magus mengumpulkan orang-orang dan dengan marah ia mengatakan bahwa ia akan meninggalkan kota, dan menentukan sebuah hari dimana ia akan naik ke surga, karena ia tidak berkenan tinggal lebih lama di bumi. Kemudian pada hari yang telah ia tentukan,  ia pergi ke sebuah menara tinggi, yang berada di ibukota, dan dengan mengucapkan salam, ia meloncat dari puncak menara, dan mulai terbang di udara.

Lalu Paulus berkata kepada rasul Petrus: Tuhan menugasi saya untuk berdoa, dan kamu diberi kuasa untuk memberi perintah.

Maka berkatalah Nero: “Orang ini (Simon Magus) benar-benar anak dewa, dan kamu berdua adalah dua orang pengkhianat”.

Tetapi Petrus berkata kepada Paulus: “Paulus, saudaraku, angkat kepalamu dan lihatlah bagaimana Simon Magus terbang”.

Lalu Paulus yang melihat bagaimana penyihir itu terbang sangat tinggi, dia menjawab: “Ptrus, mengapa kamu masih ragu-ragu? Lakukan yang telah engkau mulai, karena untuk alasan itulah sekarang Allah memanggil kita”.

Maka kata Petrus: “Saya tahu bahwa malaikat Satan lah, yang menopang penyihir itu di udara. Dengan nama Tuhan Yesus Kristus, aku menyatakan bahwa kamu tidak boleh mempertahankan dia lebih lama lagi, tapi biarkan dia jatuh ke bumi”.

Dan setan-setan itu mentaati perintah Petrus dan melepaskan dukungannya terhadap Simon Magus, dan membiarkan dia jatuh ke tanah dan remuklah leher dan kepalanya, dan ia mati seketika itu juga.

Dan ketika Nero mendengar kabar kematian Simon Magus, dan bahwa ia telah kehilangan pelindungnya itu, ia sedih, dan berkata kepada para rasul: “Kamu telah melakukan ini kepada saya, dan karena itu saya akan menghancurkan kalian.”

……………………..

Nah, berasarkan kisah Simon Magus ini, ada kemungkinan bahwa kemampuan terbang David Copperfield ada campur tangan roh-roh jahat di udara, kecuali jika itu merupakan trik kamera belaka.

Baca artikel terkait: kematian rasul Petrus.

Disarikan dari:

http://www.ebiblestories.com/classics/the_life_of_st._peter_the_apostle.shtml

Posted in Sejarah gereja | 2 Comments

Kematian Rasul Petrus

Di antara yang lain, Rasul Petrus memiliki hal yang menonjol, ialah cintanya yang begitu besar kepada Tuhan Yesus, terutama setelah ia sempat berkhianat kepada Tuhan kita Jesus Kristus. Petrus tercatat pernah berjalan di atas air; ia melakukan banyak mujizat, misalnya bagaimana dia membangkitkan orang mati, ia menerima dari Tuhan kita kunci-kunci kerajaan surga, ia menerima mandat untuk menggembalakan domba-domba Jesus Kristus. Ia mempertobatkan tiga ribu orang pada satu hari pada hari-hari Pantekosta, ia sembuhkan Klaudia, dan kemudian mempertobatkan lima ribu orang, ia berkata kepada Ananias dan Saphira yang tidak jujur sebelum kematian mereka, ia sembuhkan Eneas si orang lumpuh, ia menghidupkan Tabitha, lalu dengan bayangan tubuhnya ia menyembuhkan orang sakit, ia dimasukkan ke dalam penjara oleh Herodes, tetapi diselamatkan oleh malaikat Tuhan.

Diceriterakan bahwa ia sering menyeka air mata yang mengalir dipipinya, ketika ia merasakan kehadiran Tuhan kita, begitu besar cintanya sampai dia hampir-hampir tidak dapat menahan tangis pada saat mengalami kehadiran-Nya. Alkitab juga mencatat bahwa pada malam hari jelang penyaliban Yesus ketika ia mendengar ayam berkokok ia menangis tersedu-sedu.

Dikisahkan, pada suatu saat Petrus menyuruh dua orang murid-muridnya untuk memberitakan iman Jesus Kristus, dan ketika mereka telah pergi melakukan perjalanan selama dua puluh hari , salah satu dari mereka meninggal, dan yang lain kemudian kembali kepada Petrus dan menceritakan apa telah terjadi, ada yang mengatakan bahwa itu adalah Marcial, dan beberapa orang lagi mengatakan bahwa itu adalah Maternus, dan yang lainnya lagi mengatakan bahwa itu adalah Frank. Kemudian Petrus mengutus seseorang kepadanya dan memerintahkan bahwa ia harus kembali kesana, maka orang yang telah mati empat puluh hari hidup lagi.

Suatu ketika, Tuhan kita menampakkan diri kepada Petrus, berkata kepadanya: Simon Magus dan Nero melawan engkau, engkau tidak perlu takut, sebab Aku menyertai engkau, dan akan memberikan kepadamu seorang pelipur lara, hamba-Ku Paulus, yang harus datang ke Roma. Kemudian Petrus, tahu bahwa ia tidak boleh lama tinggal di sini, mengumpulkan semua saudaranya, … Lalu setelah itu, sebagaimana yang dikatakan Tuhan sebelumnya, Paulus datang ke Roma, dan dengan Petrus mereka mulai memberitakan iman Kristus.

Simon Magus begitu dipercaya oleh Nero dan bahkan ia telah menjadi penjaga dalam hidupnya, kesehatannya. Pada suatu hari, ketika ia sedang berdiri dihadapan Nero, tiba-tiba wajahnya berubah, sebentar nampak tua dan sebentar kiemudian kelihatan muda, dan ketika Nero melihat hal itu, ia menyangka bahwa ia telah menjadi anak Allah. Maka kata Simon Magus ke Nero: Karena engkau tahu saya menjadi putra Allah, perintahkan seseorang untuk memenggal kepala saya dan aku akan muncul lagi pada hari ketiga. Kemudian Nero perintahkan saudaranya untuk memukul kepalanya, dan ketika ia seharusnya Simon dipenggal, ia penggal seekor domba jantan. Simon, oleh seni sihirnya pergi dalam keadaan terluka, dan berkumpul bersama anggota domba jantan itu, dan menyembunyikan dia tiga hari. Di hari ketiga ia datang dan menunjukkan diri kepada Nero, mengatakan: Akulah Dia yang dipenggal, dan yang telah berjanji untuk bangkit pada hari ketiga.

Kadang juga, ketika ia dengan Nero diam-diam di dalam konklaf itu, setan dalam dirinya berbicara serupa tanpa dapat didengar oleh orang lain. Kemudian Roma memuja dia dalam ibadah sehingga mereka membuat gambarnya, dan menulis di atasnya, judul ini: Untuk Simon Allah yang kudus.

Petrus dan Paulus menjumpai Nero dan memperoleh simpati dan untuk Simon Magus Petrus mengatakan bahwa: seperti halnya dalam Kristus terdapat “dua zat” yang berasal dari Allah dan manusia, begitu juga dalam penyihir dua zat, yaitu manusia dan setan. Maka kata Simon Magus, supaya aku jangan menderita karena ini, saya akan perintahkan “malaikat” saya supaya mereka akan membalaskian penghinaan untuk saya ini. Lalu Petrus berkata: Aku tidak takut malaikatmu, tetapi merekalah yang takut padaku.

Dan terjadilah bahwa ada seorang pemuda mati, dan kemudian Nero memanggil Petrus dan Simon Magus. Simon kemudian membacakan manteranya di atas mayat, ia terlihat menggerakkan kepala dari mereka yang berdiri, kemudian semua mereka menangis. Petrus dengan tenang mengatakan: Jika mayat itu memang hidup, biarkan dia muncul, berjalan dan berbicara, karena ia tahu bahwa itu adalah fantasi belaka bahwa kepala orang mati itu merayap. Dan tubuh yang mati itu tinggal tak bergerak. Petrus berdiri jauh berdoa dan lalu berseru kepada mayat, berkata: Anak muda, bangkitlah dalam nama Jesus Kristus, orang Nazaret yang telah disalibkan, dan Anon, dia bangkit hidup, dan berjalan. Kemudian, ketika orang akan melempari Simon Magus, Petrus berkata: Dia itu orang sakit, cukup, tuan kita mengajari kita untuk berbuat baik dan bukan untuk kejahatan.

Kemudian sebagaimana dikisahkan oleh Marcel: Simon pergi ke rumah Marcel dan disana ada anjing hitam besar terikat di pintu rumah, dan berkata: Sekarang saya akan melihat apakah Petrus, yang terbiasa untuk datang ke sini, akan datang, dan jika ia datang anjing ini akan mencekiknya. Dan tak lama sesudah itu, Petrus dan Paulus pergi ke sana, dan Anon Petrus membuat tanda salib di depan anjing, dan anjing itu tiba-tiba saja menjadi jinak dan lemah lembut sebagai domba, anjing galak itu tidak mengejar Petrus, tetapi mengejar Simon Magus, dan pergi ke dia dan mengambil dan melemparkannya ke tanah di bawahnya, dan akan mencekik dia. Dia kemudian berlari kepada Petrus dan menangis pada anjing bahwa ia tidak harus melakukan apapun menyakitinya. Dan anjing itu tidak menyentuh tubuhnya, tetapi ia seret semua gaun yang melekati tubuhnya sehingga dia hampir telanjang. Lalu semua orang, dan terutama anak-anak, berlari dengan anjing atas dia dan mengejar dia keluar kota. Kemudian dengan malu ia tidak berani tidak datang ke kota selama satu tahun setelah itu. Lalu Marcel yang murid Simon Magus, melihat mujizat yang luar biasa ini, datang ke Petrus, dan sejak itu menjadi muridnya

Dan setelah itu, pada akhir tahun, Simon kembali dan diterima kembali ke dalam persahabatan Nero. Dan kemudian, Simon Magus ini mengumpulkan orang-orang dan menunjukkan kepada mereka bagaimana ia telah marah dari Galilea, dan karena itu ia mengatakan bahwa ia akan meninggalkan kota, dan menentukan sebuah hari dimana ia akan naik ke surga, karena ia tidak berkenan tinggal lebih lama di bumi. Kemudian pada hari yang sudah dia tentukan, seperti yang telah ia katakan, ia pergi ke sebuah menara tinggi, yang berada di ibukota, dan ada yang dimahkotai dengan salam, meloncat dari puncak menara, dan mulai terbang di udara. Lalu kata rasul Paulus kepada rasul Petrus: Telah diperintahkan kepada saya untuk berdoa, dan kepadamu untuk memberi perintah. Maka kata Nero: Orang ini benar-benar dewa, dan kamu berdua adalah dua pengkhianat. Lalu kata Petrus kepada Paulus: Paulus, saudaraku, angkat kepala Mu dan melihat bagaimana Simon terbang. Lalu Paulus berkata kepada Petrus ketika ia melihat orang itu terbang sangat tinggi: Peter, mengapa engkau masih ragu-ragu? Lakukan yang telah engkau mulai, Allah sekarang memanggil kita. Maka kata Petrus: Saya tahu menyulap Anda malaikat Satan, yang menopang dia di udara, dengan nama Tuhan kita Jesus Kristus, bahwa kamu tidak boleh mempertahankan dia lagi, tapi biarkan dia jatuh ke bumi. Dan setan-setan itu membiarkan dia jatuh ke tanah dan remuklah leher dan kepalanya, dan ia mati di sana segera. Dan ketika mendengar Nero mengatakan bahwa Simon sudah mati, dan bahwa ia telah kehilangan orang seperti itu, ia sedih, dan berkata kepada para rasul: “Kamu telah melakukan ini kepada saya, dan karena itu saya akan menghancurkan Anda.” Lalu ia diserahkan mereka untuk Paulin, seorang pejabat tinggi, dan oleh Paulin disampaikan mereka kepada Mamertin yang diteruskan kepada Processe dan Martinian, yang oleh Petrus pernah ditobatkan. Dan mereka lalu membuka penjara dan membiarkan mereka semua pergi keluar, yang oleh karena itu, setelah kehilangan kedua rasul, Paulin, ketika ia tahu bahwa mereka adalah Kristen, maka dipenggal lah baik Processe maupun Martinian.

Ketika Petrus dipenjara, maka jemaat berdoa agar dia dilepaskan dari situ, dan ia memang akhirnya dikeluarkan dari penjara melalui Processe dan Martinian itu. Tetapi ketika ia datang ke pintu gerbang, ia bertemu dengan Jesus Kristus yang datang datang berlawanan arah dengan dia, dan Petrus berkata kepadanya: Tuhan, Engkau ingin ke mana? Dan Yesus berkata kepadanya: Aku pergi ke Roma untuk untuk disalibkan lagi, dan Peter bertanya lagi: Tuhan, Engkau akan disalibkan lagi? Dan ia berkata: Ya, dan Petrus berkata kemudian: Tuhan, aku akan kembali lagi untuk untuk disalibkan dengan engkau. Sesudah mengalami ini, Tuhan naik ke surga, Petrus berpaling kepada-Nya, yang menangis sakit. Dan ketika Petrus mengerti bahwa Tuhan kita berkata kepadanya mengenai sengsara-Nya, ia kembali, dan ketika ia datang ke saudara-saudaranya, dia mengatakan kepada mereka apa yang dikatakan Tuhan kita. Dan segera ia dibawa kepada para menteri Nero dan dikirim kepada Agripa, kemudian wajahnya mengkilat seperti matahari, … Lalu Petrus diperintahkan untuk disalibkan sebagai orang asing, dan karena sementara itu, karena Paulus adalah warga negara Roma, maka untuk dia diperintahkan agar kepalanya penggal. Demikianlah, bahwa Petrus harus disalibkan dan Paulus dipenggal. Dan ketika waktu yang mengerikan itu akhirnya datang, mereka berpisah satu dari yang lain, mereka terikat pada tiang masing-masing, tetapi tanpa ratap dan tangis dari saudara-saudara mereka. Lalu kata Paulus kepada Petrus: Damai sejahtera menyertai engkau yang menjadi pondasi gereja dan gembala dari domba-domba Tuhan kita. Petrus berkata kepada Paulus: Pergilah dalam damai, pengkhotbah dalam tata krama yang baik, mediator, pemimpin, dan pelipur lara orang-orang yang berhak. Dan ketika mereka ditarik saling menjauh satu dari lainnya saya mengikuti tuanku, kata pengkisah. Mereka tidak keduanya dibunuh dalam satu jalan. Ini perkataan Dionysius, dan sebagai Paus Leo dan saksi Marcel, ketika Petrus datang ke salib, ia berkata: Ketika Tuhan saya turun dari langit ke bumi ia meletakkan di sebelah kanan salib, tapi aku yang kepada siapa dia kehendaki, panggilan dari bumi ke surga, salib saya harus menunjukkan kepalaku ke bumi dan alamat kaki saya ke surga, karena aku tidak layak untuk diletakkan di kayu salib seperti seperti yang Tuhan alami, karena itu giliran saya dan tolong salibkan aku dengan kepalaku ke bawah . Lalu mereka memutar salib, dan mengikatkan kakinya ke atas dan kepalanya ke bawah. Lalu orang-orang marah terhadap Nero dan walikota, dan akan membunuh mereka karena mereka telah membunuh Petrus sehingga mati, tetapi sebagaimana dikisahkan Leo, Tuhan kita membuka mata mereka yang ada di sana, dan menangislah mereka, karena mereka melihat malaikat dengan mahkota bunga mawar dan lili berdiri dengan Petrus yang berada di salib dengan para malaikat.

Dan kemudian Petrus menerima buku Tuhan kita, dimana dia belajar kata-kata yang katanya. Kemudian sebagaimana perkataan Hegesippus: Petrus berkata demikian: Tuhan, saya harus ingin mengikuti Engkau, tetapi untuk disalibkan tegak saya tidak layak, Engkau sangat tinggi dan berdaulat, dan kami menjadi anak-anak manusia yang memiliki kepala cenderung di bumi,… Tuhan, .. hanya engkau, saya menyerah pada engkau terimakasih dengan semua Roh yang didalam-Nya saya tinggal, yang saya mengerti, dan oleh siapa aku memanggil engkau. Dan ketika Petrus melihat bahwa orang-orang Kristen yang baik melihat kemuliaan-Nya, dalam menghasilkan ucapa syukur kepada Tuhan dan memuji orang-orang baik kepadanya, dia memberikan nyawa-Nya. Kemudian Marcel dan Apuleius saudaranya, yang murid-muridnya, melepas tubuh dari salib ketika ia sudah mati, dan diurapi dengan minyak yang mahal banyak, dan menguburkan dia secara terhormat. Isidorus berkata dalam buku kelahiran dan kematian orang-orang kudus demikian: Petrus, setelah itu ia diatur Antiokhia, ia mendirikan gereja di bawah Kaisar Claudius, ia pergi ke Roma melawan Simon Magus, di sana ia memberitakan Injil dua puluh lima tahun dan diadakan keuskupan, dan tiga puluh enam tahun setelah sengsara Tuhan kita Yesus, dia disalibkan oleh Nero dengan kepala mengarah ke bawah, karena ia akan sangat disalibkan.

Pada hari yang sama Petrus dan Paulus tampaknya Dionysius, ketika ia berkata dalam pembukaan suratnya di kata-kata ini: Memahami mukjizat dan melihat keajaiban, saudaraku Timotius, dari hari kesyahidan dari mereka, karena aku sudah siap di waktu berangkat dari mereka. Setelah kematian mereka, saya melihat mereka bersama-sama, bergandengan tangan, memasuki gerbang kota, dan berpakaian dengan pakaian cahaya, dan tersusun dengan mahkota kejelasan dan cahaya. (Hæc Dionysius).

Nero tidak dihukum untuk kematian mereka dan dosa besar lainnya dan tirani bahwa ia berkomitmen, karena ia membunuh dirinya dengan tangannya sendiri, … Reputasinya memang buruk. Ia membunuh tuannya Seneca karena dia takut ketika dia pergi ke sekolah. Nero juga membunuh ibunya. Kemudian untuk kesenangan, ia menetapkan Roma terbakar, yang dibakar tujuh hari dan tujuh malam, dan berada dalam menara tinggi dan dia menikmati itu untuk melihat begitu besar nyala api, dan bernyanyi riang. Dia membunuh para senator Roma untuk melihat seperti apa kesedihan dan ratapan istri mereka… Ia menangkap ikan dengan jaring benang emas, dan pakaian yang telah dipakainya suatu hari ia tidak akan memakainya setelah itu. Kemudian Roma melihat nya gila, diserang dia dan mengejarnya sampai keluar kota, dan ketika ia melihat ia tidak mungkin meloloskan diri dari mereka, ia mengambil sebuah benda tajam dengan giginya, dan dengan itu ia membunuh dirinya sendiri.

Sumber:

http://www.ebiblestories.com/classics/the_life_of_st._peter_the_apostle.shtml

Posted in Sejarah gereja | Leave a comment

Gereja dan Okultisme

Hal yang tidak bisa dipungkiri oleh banyak kalangan khususnya pada gereja-gereja tertentu yang ternyata tidak berkutik ketika menghadapi “serangan” kuasa kegelapan dalam berbagai bentuk manifestasinya. Ini menunjukkan betapa okultisme juga menjadi obyek yang begitu penting untuk disikapi oleh gereja.

Ada dua sikap yang nampak jelas bagaimana ketika okultisme di depan mata. Yang pertama menganggap bahwa okultisme berikut manisfestasinya tidak perlu dilakukan pelayanan khusus, karena menurut kelompok ini, orang yang manifestasi kuasa kegelapan dikarenakan tidak sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan, tidak memberikan ruang gerak pada Roh Kudus untuk bekerja dalam dirinya. Sementara ada kelompok gereja yang sangat serius mensikapi kalau ada orang yang mengalami manifestasi kuasa kegelapan.

Beberapa gereja menjadi melejit dengan pesat, menjadi terkenal luar biasa, karena peran gereja dalam mensikapi pelayanan pelepasan kuasa kegelapan yang semakin lama semakin banyak. Di dukung melalui firman Tuhan yang sangat jelas dan mudah dipahami, mujizat yang dulu pernah ada pada zaman kerasulan awal, berulang kali yang namanya mujizat itu kembali dinyatakan. Ambil contoh,… ketika orang buta dapat melihat, orang tuli kembali mendengar, yang mati dihidupkan, yang sakit kanker ataupun sakit yang lain disembuhkan, setan lari terbirit-birit, merupakan hal yang biasa dapat disaksikan pada gereja-gereja tertentu. Sementara pada gereja-gereja tertentu pula hal itu tidak pernah terjadi, karena sudah membingkai dengan ungkapan ” mujizat itu ada, tetapi dulu, sekarang hal itu tidak diperlukan lagi, karena yang penting adalah keselamatan jiwa” . (Bagaimana bisa janjikan keselamatan jiwa, kalau nyelametin tubuh saja nggak bisa, padahal janji mengenai itu jelas-jelas ada di Alkitab, karena dalam banyak kasus, tubuh yang sakit DISEBABKAN jiwa yang tidak sehat – GKBI Gombong).

Bicara mengenai okultisme, percaya atau tidak bahwa okultisme itu semakin merajalela dan banyak orang terlibat di dalamnya, termasuk mereka yang menamakan dirinya sebagai orang Kristen. Berapa banyak mereka yang datang ke paranormal untuk meminta “pertolongan” padanya ?. Berapa banyak mereka yang kedukun-dukun untuk meminta jasanya ?. Berapa banyak mereka yang ke tempat-tempat keramat, ke makam-makam/kuburan untuk memperoleh “sesuatu” ?. Berapa banyak mereka yang menyimpan jimat-jimat untuk tujuan tertentu ?. Dan ternyata masih banyak perilaku yang termasuk okultisme, yang pada waktunya akan menimbulkan akibat. Akibat itu bisa cepat dan bisa lambat. Dan yang pasti bermuara pada hukuman kekal.

Fakta menunjukkan ketika seseorang atau keluarganya mengalami serangan kuasa kegelapan, yang paling dibutuhkan adalah bagaimana ia bisa lepas dari serangan itu dan menjadi benar-benar terbebas. Boleh jadi ia datang kegerejanya, dan ketika ia tidak mendapatkan jalan keluar tetapi mungkin malahan mendapatkan khotbah dan penghakiman, apakah ia akan tinggal diam menunggu nasib ?. Tidak, !!.. Ia berusaha mencari alternatif. Satu tujuannya adalah bebas dari cengkeraman setan/kuasa kegelapan.

Inilah salah satu yang menjadi penyebab mengapa ia “jajan” atau bahkan keluar dari gereja mula-mulanya.

Negeri kita kental dengan okultisme yang sering terpampang dalam media cetak maupun media elektronik, bahkan sekarang semakin terbuka. Pernah mendengar “pameran” tentang paranormal ?. Tayangan TV juga merupakan promosi okultisme misalnya: Film Drakula, film casper, film The Bride of Chucky, Gostbuster, Pokemon dll.

Dan sekaranglah waktunya gereja-gereja bergandeng tangan mensikapi serangan iblis dengan lebih serius, tanpa harus terjerumus kedalam perdebatan yang tidak perlu.

Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Okultisme | Leave a comment

7 Alasan terjadinya mujizat

Sedikitnya ada 7 alasan mengapa Allah melakukan perbuatan luarbiasa, supranatural, heboh dan dahsyat, baik yang dilakukan-Nya di era Perjanjian Lama (YHWH) maupun Perjanjian Baru (Yesus) yaitu: 1) Karena TUHAN mewujudkan rencana-Nya, 2) Karena TUHAN ingin memperkenalkan Diri-Nya, 3) Karena TUHAN ingin menolong umat-Nya, 4) Karena Yesus ingin memperkenalkan Diri kepada umat-Nya, 5) Karena Yesus melihat iman seorang yang sakit, 6) Karena Yesus melihat iman “orang lain”, 7) Karena Yesus tergerak oleh belas kasihan.

SATU – Karena TUHAN mewujudkan rencana-Nya

Alam semesta diciptakan dari ketiadaan, Allah punya kehendak, Dia punya rencana, lalu berfirmanlah Allah: “Jadilah,…” maka terciptalah itu. Mujizat terjadi karena Allah mewujudkan kehendak dan rencana-Nya

DUA – Karena TUHAN ingin memperkenalkan Diri-Nya

Mesir dan Firaun tidak mengenal TUHAN, tidak mengenal penciptanya sendiri, maka TUHAN memperkenalkan diri-Nya melalui peragaan mujizat-mujizat dan tulah-tulah, lalu terjadilah “perang tanding” antara kuasa TUHAN melawan kuasa roh-roh jahat (yang termanifestasi lewat pembacaan mantera oleh ahli-ahli sihir Mesir untuk mengundang kuasa roh jahat lakukan sihir) dan berakhir telak dengan kemenangan YHWH, membuktikan siapa the true God. Kita juga memahami kisah perang tading antara kuasa Baal dalam zaman nabi Elia dan raja Ahab. Kelompok penyembah Baal, yaitu kelompoknya Ahab dan isterinya, Izebel, sepertinya begitu yakin bahwa Baal (dewa kesuburan??) adalah the true god, tetapi mujizat halilintar yang membakar habis korban Elia membuktikan bahwa TUHAN lah Allah yang sesungguhnya.

TIGA – Karena TUHAN ingin menolong umat-Nya

Israel dihimpit oleh dua bahaya: Laut Teberau di depan, dan Firaun plus pasukannya di belakang. Lalu TUHAN menunjukkan kuasa-Nya dengan memerintahkan angin timur dengan kecepatan super dan arah yang akurat untuk membelah Laut Teberau, begitu akurat sampai air laut di kiri-kanan tampak bagaikan tembok air (rata??) sedangkan permukaan tanah menjadi kering; penguapan tanah basah begitu cepat (oleh tiupan angin??) bagaikan spiritus yang ditiup, lalu Israel menyeberang dengan ternak-ternaknya. Kemudian di zaman Yosua, Tuhan membelah air sungai Yordan hingga menyibak, dan Israel menyeberangi sungai Yordan. Kedua mujizat itu terjadi karena TUHAN ingin umat Israel menyeberang dengan cara mujizat.

EMPAT – Karena Yesus ingin memperkenalkan Diri kepada umat-Nya

Yesus dilahirkan karena (dosa) manusia dan melalui rahim manusia, maka Dia disebut Anak Manusia. Yesus ingin manusia tahu bahwa Dia lah Mesias, nabi yang dijanjikan, bahwa Dia lah yang diutus oleh Allah, diberi otoritas penuh oleh Allah, bahwa Dia bukan nabi palsu, bukan juga penyesat. Lalu di sebuah perkampungan yang disebut Kana, Yesus membuat mujizat: mengubah air menjadi anggur berkualitas super. Sontak kejadian itu menghebohkan hadirin, Yesus menjadi bahan pembicaraan, buah bibir, hot news yang menghebohkan masyarakat luas dan banyak orang tertarik untuk mengetahui siapa Yesus.

LIMA – Karena Yesus melihat iman seorang yang sakit

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.(Mat 9:20-22)

ENAM – Karena Yesus melihat iman “orang lain”

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. 13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. (Mat 8:5-10,13)

TUJUH – Karena Yesus tergerak oleh belas kasihan

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. (Mat 14:14)

Itulah ke-tujuh alasan terjadinya mujizat. Tentu saja dapat ditambahkan alasan-alasan lain, bila perlu.

Ingin melihat mujizat, atau ingin mengalami mujizat, keduanya bukanlah dosa. Karena Yesus pun mengharapkan interaksi antara Dia dengan umat-Nya. Jika Dia melihat iman seorang yang sakit, maka Yesus melihat peluang untuk menunjukkan kasih dan kemampuan-Nya. Jika dia melihat bahwa kerabat si sakit memiliki iman, maka Yesus dapat terdorong lakukan mujizat. Bila Yesus tergerak oleh belas kasihan, maka itu adalah peluang untuk terjadinya sebuah mujizat.

Bagaimana kita dapat memiliki iman yang benar kepada Yesus? Baca Alkitab tentang mujizat, dan BELAJAR dari kisah-kisah itu, belajar mengakui mujizat di Alkitab sebagai FAKTA dan MINTA bimbingan Roh Kudus, dan MINTA JUGA agar Roh Kudus menolong kita sampai kita memiliki iman.

Bagaimana kita dapat menggerakkan belas kasih Yesus?

Belajar taat lakukan Firman dengan patuh, konsisten, kontinu, jangan mengeluh, tetap bersyukur, jangan menuduh Tuhan ngak peduli, sabar, tawakal, “makan firman” setiap hari dan minta bimbingan Roh Kudus untuk dapat menikmati kelezatan Firman Tuhan, belajar memuji Tuhan dengan segenap hati, belajar memuja Tuhan, belajhr menyembah Tuhan, lakukan dengan setia, jangan berhenti berharap, berharaplah hanya kepada Tuhan untuk soal mujizat.

Saya tidak sedang berteori, karena saya berkali-kali mengalami mujizat, oleh kebaikan Tuhan dan bimbingan Roh Kudus. Karena orang-orang sukses adalah orang-orang yang mampu melihat peluang, dan mampu pula memanfaatkan peluang.

Salam,

Posted in Mujizat di Perjanjian Baru | Leave a comment

Selamat datang di situs pencari Tuhan

Salam.

Tidak secara kebetulan Anda menemukan situs ini. Allah yang ajaib kiranya yang telah menuntun Anda ke sini. Situs ini berisi artikel, tulisan, blog yang berdasarkan kebenaran yang datang dari Allah. Setiap tulisan dapat diuji kebenarannya berdasarkan: pertama, Kitab Suci; kedua, akal budi.

Hidup hanya sekali, setidaknya itulah kodrat sebagian besar manusia.  Memanfaatkan waktu tersisa untuk menguji ‘jalan hidup’ adalah penting, yang ‘insya Allah’ akan menuntun setiap orang menemukan jalan hidup yang hakiki, yang sungguh-sungguh benar.

Silahkan pilih artikel maupun halaman-halaman yang sudah tersedia, atau Anda dapat menggunakan kotak Search dengan memasukkan kata kunci, misalnya “sorga” , “surga” , “neraka” , “malaikat”, “bidadari” , “Musa”, “Abraham”  atau kata apapun sampai menemukan artikel yang Anda inginkan.

Mohon maaf untuk banyaknya komentar spam yang terlanjur masuk. Insya Allah, komentar spam akan kami hapus secara bertahap. Untuk itu, silakan Login untuk memberikan komentar, dan silahkan Register bagi yang belum terdaftar.

Salam.

Posted in Breaking news